Asal Mula Syeh Djangkung Mendapatkan Dua Buah Kelapa

Singkat cerita asal mulanya Syeh Djangkung istirahat karena habis dikejar oleh punggawa Pangeran Kudus, Karena lelah lalu bubaran buyar dan punggawa Kudus pulang kembali ke Kudus dan tempat buyar ini dinamakan desa Buyaran. Syeh Djangkung kemudian merendam diri di kali didesa Kliteh hingga seluruh tubuh bersih sama sekali, dan waktu dalam perjalanannya sampai di desa Gebang berjumpa seorang membawa dua bumbung legen(kelapa) yang karena haus diminum semua. Setelah diminum habis dan hendak dibayar dengan uang tiga reyal, pemilik legen menolaknya ,bahkan minta supaya Syeh Djangkung mampir dirumahnya. Syeh Djangkung menyatakan, bahwa belum waktunya untuknya meneduh dirumah dibawah atap, dan bilamana pemilik kelapa yang bernama Ki Projoguna sedang bepergian sampai di desa Landoh termasuk daerah Pesantenan Cengkalsewu, sangat diharapkan supaya Ki Projoguna mampir di rumahnya Syeh Djangkung. Kemudian Syeh Djangkung atas permintaannya memperoleh dua buah kelapa yang sudah jadi cikal dari Ki Projoguna dan setelah saling berpamitan, beliau melanjutkan perjalanannya. Sampai di pesisir pantai laut Seh Djangkung terjun di laut dengan nenggunakan dua buah kelapa yang digandeng sebagai tumpakan(kendaraan). Mengambang ditengah laut serah diri pada gelombang ombak, maka setelah setahun terombang ambing di laut Syeh DJangkung mendarat di Pantai Jepara dengan dua buah kelapa tetap di- bawanya, Pada waktu didaratan tampak jisin seekor mahesa(lembu), Syeh Jangkung masuk didalamnya bertapa selama empat puluh hari dan setelahnya terjun kembali di laut dengan dua buah kelapa sebagai kendaraannya.